Fungsi Profesi dan Pengaruhnya

Profesi kebidanan secara nasional diakui dalam undang-undang maupun peraturan pemerintah Indonesia yang merupakan salah satu tenaga pelayanan kesehatan profesional dan secara internasional diakui oleh International Confederation of Midewifeves (ICM), FIGO, dan WHO.

Tugas, tanggung jawab dan wewenang profesi bidan yang telah diatur dalam beberapa peraturan maupun keputusan Mentri Kesehatan ditujukan dalam rangka membantuprogram pemerintah bidang kesehatan khususnya ikut dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Prental (AKP), Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Pelayanan ibu hamil, melahirkan, nifas yang aman, pelayanan keluarga berencana (KB), pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan reproduksi lainnya.

Fungsi utama dari kebidanan adalah untuk memastikan kesejahteraan perempuan masa bersalin dan bayinya. Bidan mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi baik sifat asuhan maupun pemberian asuhan kepada perempuan masa bersalin dan keluarganya. Walaupun Bidan mempunyai pengaruh dalam pemberian asuhan, namun Bidan dalam melaksanakan asuhan kepada wanita harus sesuai dengan kewenangan yang ada di Permenkes nomor 900/MENKES/SK/VII/2002 tentang registrasi dan praktik Bidan. Jadi, setiap bidan dimana ia bekerja (baik di RS, praktik swasta, maupun tempat pelayanan kesehatan yang lain) mempunyai wewenang yang sama.

Penggunaan teknologi dalam pelayana kebidanan harus memperhatikan setiap efek samping yang dapat ditimbulkan. Bidan dalam penggunaan teknologi ini juga harus memperhatikan batas wewenang yang dimilinya. Misalnya dalam penggunaan USG. Bidan tidak mempunyai kewenangan untuk menggunakan USG.

Poses yang fisiologis harus di hargai, didukung dan dipertahankan tapi bila muncul penyulit, harus digunakan teknologi dan rujukan yang efektif untuk memperoleh hasil yang optimal, yaitu ibu dan bayi yang sehat. Rujukan efektif adalah rujukan dengan prinsip BAKSOKUDA, yaitu :

B                :        BIDAN, pastikan bahwa ibu dan bayi baru lahir didampingi oleh peniolog peralinan yang kompeten dan memiliki kemampuan untuk menatalaksana kedaruratan obstetri dan bayi baru lahir untuk dibawa ke fasilitas rujukan.

A                :        ALAT : Bawa perlengkapan dan bahan-bahan untuk asuhan persalinan, masa nifas dan bayi baru lahir (tabung suntik, selang IV, dll) bersama ibu ketempat rujukan. Perlengkapan dan bahan-bahan tersebut mungkin akan diperlukan jika ibu melahirkan dalam perjalanan.

K                :        KELUARGA : Beritahu ibu dan keluarga mengenai kondisi terakhir ibu dan bayi dan mengapa perlu dirujuk. Suami atau keluarga harus menemani ke tempat rujukan.

S                 :        SURAT : Berikan surat ke tempat rujukan. Surat ini menggambarkan identifikasi mengenai ibu dan atau bayi baru lahir. Cantumkan alasan rujukan dan uraian dan uraian hasil pemeriksaan, asuhan atau obat-obatan yang telah diberikan. Lampirkan partograf kemajuan persalinan ibu saat rujukan.

O                :        OBAT : Bawa obat-obatan yang diperlukan saat merujuk.

K                :        KENDARAAN : Siapkan kendaraan yang paling memungkinkan untuk merujuk ibu dalam kondisi yang cukup nyaman. Selain itu pastikan bahwa kondisi kendaraan tersebut cukup baik untuk mencapai tempat rujukan.

U                :        UANG : Ingatkan keluarga untunk membawa dalam jumlah yang cukup untuk membeli obat-obatan dan bahan kesehatan lain yang diperlukan selama ibu atau bayi berada di fasilitas kesehatan rujukan.

DOA          :        Ingatkan keluarga untuk berdoa demi keselamtan dan mengharap pertolongan dari Allah.

 

PRILAKU PROFESIONAL DARI BIDAN MENCAKUP

  1. Dalam melaksanakan tugasnya, bidan berpeganga teguh pada filosofi etika profesi dan aspek legal.
  2. Bertanggung jawab dalam keputusan klinis yang dibuatnya
  3. Senantiasa mengikuti perkembangan pengetahuan dan keterampilan mukhtahir secara berkala
  4. Menggunakan konsultasi dan rujukan yang tepat selama memberi asuhan kebidanan
  5. Menghargi dan memanfaatkan budaya setempat sehubungan dengan praktik kesehatan, kehamilan, kelahiran, periode pasca salin, bayi baru lahir dan anak
  6. Menggunakan model kemitraan dalam bekerjasama dengan kaum wanita/ ibu agar mereka dapat menentukan pilihan yang telah diinformasikan tentang semua aspek asuhan, meminta persetujuan secara tertulis supaya mereka bertanggung jawab atas kesehatan sendiri
  7. Menggunakan ketrampilan berkomunikasi
  8. Bekerjasama dengan pertugas kesehatan lain untuk meningkatkan pelayana kesehatan ibu dan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: